Laman

Tampilkan postingan dengan label Masa Depan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Masa Depan. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Januari 2011

...Stay Focused...

Its Monday again...
Damn, rasanya waktu begitu cepat bergulir, hampir waktu berlalu begitu saja tanpa sedikitpun terasa, tak ada jejak sama sekali. Hari ini bulan pertama di tahun kelinci akan berakhir dan apa yang sudah selesai?? NOTHING...!

Hmm sabar menunggu dan berharap ini itu terjadi sepertinya tidak pantas untuk diterapkan saat ini, hey unre come on you can do it...

Situasi aneh di tempat kerja sekarang membuka pikiranqu untuk menatap kemungkinan lain yang bisa aq raih, mimpi lain yang mungkin masih bisa aq gapai. So, apa yang harus dilakukan sekarang??

Selasa, 18 Januari 2011

WelComE Tahun Kelinci... [2011]

... semprot kiri kanan, sapu...sapu... tak pernah dikunjungi ini rumah, terakhir posting 2010...
Judulnya saja udah basi alias lapuk...

Selasa, 18 Januari 2011 tepat pukul 20:06 ditunjuk jam digital laptop tuaku, mungkin kalau di jam yang melingkar di tangan kiri yang semakin hari keliatan semakin menyusut (tambah kurus he...) sudah lewat sekitar 45 menit, jadi mungkin sekitar pukul 20:51.

Hmm 2010, salah satu keputusan besar adalah meninggalkan UCEHE - Unggul, Cepat, Hemat motto salah satu perusahaan terbesar penghasil pulp and paper di dunia, mencoba hal yang benar-benar baru dunia perbankan. Yups, sifat manusiawi yang paling hobby membandingkan sering menggoda merontokkan rambut yang untungnya agak lebat.

Kedua, lebih mengiklaskan/merelakan, lebih mencoba menghargai, lebih berusaha berjiwa bersar, lebih berpikir bahwa semuanya pasti ada yang lebih indah...mysweetangel...

Ketiga, mencoba mencari yang lain lagi (harusnya ini masih masuk point ke dua, tak apalah udah terlanjur ;-)), walaupun update sampai saat ini satupun belum ada yang lolo seleksi he...maksudnya belum ada yang sesuai dengan hati, masih hambar dan just have fun...

Selanjutnya...
Apa yang akan kamu lakukan di 2011?
Sungguh banyak, tak perlu diliskan di sinilah he...

Selasa, 07 Desember 2010

(ingin) BerMimpi ...

..."Libur telah tiba, libur telah tiba, hore..hore..."
:-) hanya bisa tersenyum bodoh dengan kalimat yang sudah tergores di blog ini, mau dihapus ogah, dilanjut sajalah...

Jika semangat itu bisa diukur atau motivasi itu bisa dituangkan dalam angka-angka, akan sangat mudah dan gampang membuat perbandingan posisi saya sekarang dibandingkan waktu lalu, let say 2 tahun yang lalu. Tidak perlu menggunakan pendekatan analisis ini dan itu, cukup dengan menggabungkannya dalam satu worksheet semua orang akan mengerti dan setuju dengan apa yang tertuang dalam lembaran tersebut. Dengan hanya mengklik tools - insert - graphics dan pilih sesuai selera, semuanya akan terbaca dengan jelas.

Damn..!! terlalu lama saya menikmati aliran arus sungai yang membawa ntah kemana, terbuai dengan ayunan gelombang-gelombang kecil yang kadang membangunkan dari tidur. Terbuai dengan hembusan angin dingin yang kadang kala menusuk hingga ke sumsum tulang. Membiarkan hal ini berlama-lama membuatku seperti tidak punya pendirian yang jelas, membuatku lebih sering pasrah dan menerima dengan begitu saja. Sial, this is not the real me!. Menunggu dan menunggu keajaiban membawaku ke zona aman, bersabar dan bersabar untuk bersandar ke tepian yang 'kata orang' indah dan baik.

Masih ingat hal-hal bodoh yang pernah aku lakuin demi satu anak tangga untuk bisa naik melangkah. Gak peduli apa kata orang, dan gak peduli orang lagi ngapain adalah beberapa dari kekurangan sekaligus kelebihanku ;-). Berani bermimpi adalah salah satu keberanian yang aku sendiri terkadang salut, walapun lebih sering diakhiri dengan senyum kecut terhadap diri sendiri tetapi setidaknya ada kepuasan yang sulit tertuliskan.

Terhenti (...) karena chatting dengan teman lama dan suara musik (kayaknya lagi festival lagi melayu) sungguh menggangu... ;-)

Selasa, 23 November 2010

TiMe tO MoVE (Again...)

Salah satu indikasi bahwa kamu sekarang sedang puyeng adalah dari sekian planning/pending listmu terplanning dan terpending lagi, dan itu berulang secara rutin. Artinya kamu tidak sedang mengkontrol apa yang kamu lakukan setiap waktunya, kamu seolah-olah dikendalikan oleh hal-hal lain yang tidak terpikirkan olehmu sebelumnya. What a pity...

Masih ingat beberapa waktu lalu berkunjung ke 'rumah maya' ini masuk ke dalam weekly listingku, tetapi dengan gampangnya terabaikan dengan kesibukan lain yang sangat amat menyita waktu. Sangat disayangkan banyak ide-ide yang terlewat begitu saja tanpa sempat menjejakkan kaki di lapak ini. Hopefully mulai saat ini tidak akan terulang lagi. Aku akan menghabiskan waktuku dengan caraku sendiri ;-)

Yups, lebih kurang 4 bulan bergabung dengan instansi ini + acara FPK beberapa hari yang lalu sudah cukup untuk melihat dan menebak jalan apa yang sedang saya lalui.
"Hei man, cita-cita kecilmu tak seindah mimpi kecilmu"
Tetapi bukan berarti akan berakhir dengan begitu saja, masih dengan senjata pamungkas yang sama "always do the best!". Tetap berkarya dengan talenta yang dipunya, tetap fokus dengan tujuan yang dimimpikan.

Sangat tidak fair, ketika kadang muncul kata "menyesal" dalam otak ketika terhalang dengan berbagai peraturan, budaya yang amat sangat janggal dan susah diterima oleh akal sehat. Well, sebuah senyuman menjadi obat penawar yang ampuh untuk memudarkan fakta yang dihadapi. Selalu berusaha berpikir bahwa setiap path ini ada arti dan makna yang akan sangat berguna di kemudian hari sering membantu untuk meredakan detak jantung yang kadang berdetak dua kali lebih kencang dari biasanya, untuk mendinginkan darah yang kadang terasa mendidih, untuk meregankan leher yang terasa kaku.

Unre, seharusnya kamu bisa lebih dari apa yang kamu lakukan sekarang ini...ini jauh dari kapasitas yang kamu punya... (masih terngiang kalimat seorang ibu, dosen, ex atasan di tempat kerja sebelumnya :-))


Senin, 06 September 2010

Hidup itu sangat singkat gan!

Huaaah… weekend, minggu, holiday, nyantai dasar pemalas yang tak sembuh-sembuh. Bangun jam 10 lebih banyak, hampir jam 11, itu juga karena si perut berontak tak mau ikutan puasa walaupun sebenarnya bulan ini adalah bulan puasa. Alarm, sms, telf yang bunyi dari tadi pagi tak sedikitpun menggoyahkan benteng pertahananku untuk tetap menikmati setiap tetes waktu liburan kali ini. Hanya Pak Wa***t yang sempat mengganggu konsentrasi bermalas-malasan karena beliau mau pulang kampong, pintu kamar yang didesign minimalis itupun tak tega digedor-gedor beberapa kali takut jebol, akhirnya kubuka juga dengan nyawa yang belum terkumpul semuanya.

Sarapan ala anak mahasiswa kost-kostan langsung terlintas setelah bangkit dari kasur yang tidak terlalu empuk. Indomie rebus + kopi + roti mengisi perut untuk mengganjal sampai menunggu berbuka makan siang nanti. Teriakan kaka vocalist slank dari speaker simbadda yang sudah agak kresek2 suaranya mengiringi perjalan si mie sampai ke lambung.

Ide untuk mengutak-atik cashflow setelah kerja di BRI langsung muncul. Dengan format yang hampir sama dengan yang pernah aku buat sewaktu di RAPP langsung jadi. Simple dan gampang dibaca tetapi agak kaget melihat hasil akhir. Wow, sangat amat besar yang harus dikorbankan demi impian untuk jadi seorang banker . Tidak sengaja, muncul ide untuk memebandingkan dengan umur. Hal yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Ku coba untuk insert beberapa row untuk nambah beberapa item lain, dan coba copy paste ke kolom selanjutnya. Wow, hidup itu sangat singkat gan… Tidak nyangka dengan formula Excel sederhana seperti ini seolah-olah dapat membawamu di umur kamu 80 tahun nanti.

Saya masih ingat dulu, sewaktu kuliah untuk buat planning 5 tahun ke depan bukan hal yang baru, tetapi sekarang dengan mencoba sampai batas yang kamu mau, ada hal yang sangat luar biasa. Sungguh dengan menskenariokan rencana hidupmu dengan tetap mengikutkan parameter umur akan sangat mempengaruhi dalam mengambil strategi dan keputusan. Saya yakin dengan menambahkan parameter keluarga, istri, anak, orang tua, saudara akan semakin membuka mata dan mungkin akan mengubah mindset kita.

Rabu, 01 September 2010

Dia punya rencana yang jauh lebih indah dari yang bisa dibayangkan

Mengeluh, menggerutu, merasa tidak nyaman dan kata-kata lain yang kurang lebih punya makna yang hampir sama intinya ‘tidak terima’. Oi, manusia buka mata dan pikiranmu, stop complaining and just show the best!!

Saya kira tidak kurang banyak article yang telah dilewati mata dan otak ini, tidak kurang banyak buku yang di bawa dari gramedia atau toko buku lain, ataupun tidak kurang banyak nasihat/petuah dari para ahli nasihat seperti Mario Teguh, Andre Wongso, atau para pesohor lainnya. Percaya atau tidak semua akan mengangguk setuju ketidak melewati sesi-sesi ini, baik ketika membaca ataupun ketika melihat para pesohor ini menunjukkan kebolehannya dengan ceramah yang biasanya acara gratisan. Misalnya di TV atau karena dibiayai dari kantor hehe… Saya bisa menjamin hampir semuanya biasanya akan tersenyum bodoh karena analogi yang tepat sasaran menghujam kebiasaan buruk yang kita lakukan sehari-hari. Tetapi anehnya kesadaran seperti ini sangat jarang berumur panjang, ketika kita sudah terjun ke dunia keseharian kita, kebanyakan akan terjun dengan bebas ke kebiasaan ataupun tindakan yang kita tertawakan beberapa waktu lalu.

Ironisnya lagi, kita akan sangat senang berada dalam pembelaan diri dengan ungkapan ‘namanya juga manusia’. Yah, tetapi bukan serta merta setiap kesalahan tolol yang berulang-ulang dilakukan diakhiri dengan kalimat mujarab ini. Untuk beberapa kasus ya, kita memang manusia yang tidak luput dari kesalahan dan kesilapan tetapi dengan menjadikan ini layaknya seperti baju anti peluru yang akan membuat kita keasyikan jatuh dan jatuh lagi. Hayo come on, berdiri dan bergerak, berjalan, kalau bisa berlari bahkan sudah sepantasnya sprint. Fokus ke impianmu dan silahkan raih sesempurna mungkin…

Lebih setuju ketika berniat untuk menjatuhkan diri ke kebodohan yang pernah kita tertawakan, belajarlah berhenti sejenak, liat sekelilingmu, coba memutar radar otak pikiranmu untuk melihat dari sisi yang berbeda, dan serahkan kepada-Nya. Perhatikanlah, ketika satu langkah kamu memasukkan kakimu ke lembah ketololan itu, kaki yang lain akan dengan senang hati menyusul sekan tidak mau ketinggalan, dan akhirnya kembali kamu menari di lantai kebodohanmu. Percayalah dan serahkanlah segala kekhawatiranmu kepada-Nya. Sampai ketika kamu terdampar membaca tulisan yang aneh ini, Dia punya rencana untukmu. Stop mengeluh dan selalulah bersyukur, rencana-Nya indah bagimu sobat dan bagiku juga tentunya. 

Kamis, 26 Agustus 2010

Jangan pernah suasana hati merusak harimu…

Setiap mencoba menghubungi teman-teman kampoeng, telf, sms, ato sekedar comment seadanya di status faceb**k atau hanya menuliskan kalimat sederhana di wall mereka selalu dan selalu tergiring ke hal yang amat sangat sulit untuk membuat tersadar. Seperti baru meminum obat penenang dengan dosis yang terlalu tinggi… Lihat, betapa lemahnya dirimu sobat…

Ketika mencoba mengolah semua informasi terupdate dengan data sebelumnya terasa kerongkongan mulai kering, kepala agak berat, leher bagian belakang terasa sedikit tegang, tak terasa waktu dengan setianya tetap berjalan. Hmmm dengan semua metode yang kuketahui belum pernah sampai kepada solusi yang membuat semuanya jadi lebih terang, justru hanya asumsi-asumsi baru yang bermunculan, tetapi setidaknya selalu ada hal baru yang sangat bermanfaat.

Jika selama ini hal-hal seperti ini akan sangat melelahkan dan bahkan kadang jarum jam yang beranjak dari satu titik sampai kembali untuk melewati titik semula tidak akan pernah menghasilkan hal yang luar biasa. Mulai saat ini, cara lama ini akan terhapus, tetap focus pada tujuan akhir lebih membuat langkah ini lebih ringan dan lebih manusiawi.

Kamis, 19 Agustus 2010

Belum dapat feel-nya…

Bangun pagi ditemani dengan cobaan yang biasanya bisa merusak satu hari penuh dengan kesialan dan kemalasan, tetapi mencoba tetap berpikir positif dengan mencoba menerapkan semua teori yang didapat dari berbagai sumber .

Suasana di kantor baru masih seperti biasanya, tidak jauh beda dengan hari-hari yang lalu, mungkin hari ini bedanya Pak MP sedang ke Jakarta presentasi masalah NPL jadi free-nya lebih terasa… Satu per satu AO baru sudah mulai melebarkan sayapnya, sudah mulai lebih intensif pdkt dengan senior, hubungin nasabah2 lama mereka, ada juga yang buat strategy satu tahun ke depan di buku catatan demi 15M. Sedangkan diriku masih mencoba asyik2 aja dengan suasana serba baru ini, hanya mencoba tetap komunikasi dengan sasaran utama di tempat kerja lama dulu.

Ingin menertawakan jalan yang ditempuh seseorang dengan masalah yang dihadapinya, bukan karena keputusan yang terkesan silly tetapi ada kemiripan dengan jalan yang aku tempuh sekarang ini. Malah mungkin masih lebih baik dia, lebih tegar, lebih focus dan lebih terkendali. Tapi bersyukurlah sobat, kamu pernah memiliki rasa tulus seperti itu, gak perlu ditangisi lagi, jalan ini masih panjang… (semoga yang nulis ini tidak hanya omdo )

Ingin lebih banyak lagi menuangkan apa yang ada di otak ini ke dalam tulisan, beberapa ide terkait dengan target 15M. Finish it in ‘Welcome Marketing Folder’

Senin, 05 Juli 2010

Masa Transisi RAPP - BRI

Ketika kamu memutuskan untuk keluar dari 'comfort zone-mu' bukan berarti masalahnya akan berakhir di situ, ini masih permulaan dari resiko dan konsekuensi yang kamu harus terima. Harga yang harus dibayar dari keputusan yang kamu ambil.

Ini hari ke-5 saya bergulat dengan pelatihan AAO BRI Angkatan I Pekanbaru, teman baru yang cepat akrab, trenor yang berpengalaman membawakan materi sehingga tidak terlalu membosankan dengan sistem belajar diskusi dan sahring pengalaman, tempat tinggal di hotel mewah (untuk ukuran saya sekarang ini :-)) bintang 4 tidak serta merta bisa melupakan kenyamanan yang saya dapat di tempat kerja lama (PT. RAPP - APRIL Group). Ritme kerjaan di tempat lama yang sudah terpola dalam otak kadang sedikit mengganggu pikiran.

Ya, kondisi sulit ini semakin menyadarkan saya kenapa saya harus meninggalkan kerjaan lama. I need to improve my self. Aku percaya bisa melakukan dan menunjukkan yang lebih dibanding di Rapp, jika di sana saya bisa kenapa di BRI tidak (PD mode on hehe). Yups, opportunity cost yang tinggi ini pasti memicu untuk do the best. ok then lets finish it baibeh...

Rabu, 26 Mei 2010

Ragu Sikit...SEdiKit Ragu...

Akhirnya sampai juga pada titik ini, tidak semudah yang saya perkirakan sebelumnya tetapi masih tetap menikmati.

Salah satu BUMN mengundang ikut test tahap akhir, test kesehatan Kamis, 27 May 2010 di RS. Awal Bross Pekanbaru. Senang, karena semakin percaya diri bahwa nilai jual saya belum jatuh walaupun lama bertapa di hutan Riau tercinta ini, karena ada harapan dan peluang karir lebih menjanjikan jika bisa bergabung dengan mulus. Tetapi ada sedikit keraguan yang agak mengganjal... Untuk saat ini tetap berusaha commit dengan strategi awal, lakukan yang terbaik apa yang di depan mata. Artinya masih ada test terakhir, lewati ini dulu baru milih dengan hati jernih... (halah mcam pemilu sahaja).

Plus minus yang menggerogoti otakku saat ini
Plus [+] :
-APRIL Group-
1. Kerjaan sekarang masuk dalam kategory 'nyaman', dari segi rekan kerja di kantor, teman-teman di asrama.
2. Salary yang diterima sekarang sudah cukup untuk seorang lajang. (Mank mo duda terus? cari janda lain dong...)
3. Untuk tetap berkarir di sini tidak terlalu buruk


-BUMN xxx-
1. Strata sosial lebih elok sikit
2. Jenjang karir lebih maksimal
3. Wawasan/Jaringan/Knowledge monoton naik


Minus [-] :
-APRIL Group-
1. Jaringan dengan orang lain kurang
2. Serasa hidup di masa lalu (hah terlalu details planning yang sudah ada dalam otak, jadi kadang kurang maksimal menghabiskan hari demi hari...)
3. Takut jadi katak di bawah tempurung


-BUMN xxx-
1. Kontrak satu tahun pertama menjadi tantangan mendebarkan
2. Lingkungan kerja yang baru yang jauh dari yang sekarang
3. Memulai dari awal lagi yang pastinya si 'piti' akan berkurang (ini yang paling berat, harusnya ini yang nomor satu tapi malas ganti-ganti lagi...)


Hmm... Lets finish it one by one...

Kamis, 20 Mei 2010

Demotitivasi...

Hmm grafik semangat kerja akhir-akhir ini konsisten menurun, bermacam-macam alasan yang berhasil diterjemahkan oleh kolaborasi otak kiri dan otak kanan.

Pertama, kabar burung yang sudah disosialisasikan kemarin (berarti bukan kabar burung lagi dunk...) bahwa kenaikan gaji hanya x%, angka yang kurang menggembirakan tetapi tetap harus disyukuri daripada tidak sama sekali...

Kedua, Nilai appresal tahun lalu menurun dari appresal sebelumnya yang artinya bonus tahun ini akan lebih kecil dunk...tetap harus bersyukur...

Ketiga, Godaan-godaan untuk pindah kerja semakin menggila, apalagi setelah setiap bulan ada saja teman-teman seperjuangan yang lulus dari Big Company berskala internasional ini... (tetapi gaji skala nasional...)

Keempat, Bertahan lama di sini selalu mengingatkan planning untuk mengarungi samudera hidup dengan dia yang sudah pecah berkeping-keping...

Kelima, ...

Haiyah, kok hanya 4 item sahaja yang ada sekarang?? Point-point yang lain pada kemana semua??

Baiklah, jika hanya ini yang muncul untuk saat ini bisa ditarik kesimpulan alasan untuk semangat menurunkan semangat kerja tidak bisa diterima. So now, tetap lakukan yang terbaik untuk semua yang di depan mata, kerjaan apapun itu... Memikirakan dan membuat planning untuk masa depan adalah wajib hukumnya, tetapi menjadi khawatir yang berlebihan adalah sia-sia. Selesaikan semua point-point yang perlu dilewati, dengan sendirinya masa depan yang cerah akan mendekatimu sendiri... (gak penting mode on)

Selasa, 06 April 2010

...Tuhan punya RencaNa...

Awal bulan... sudah tak aneh lagi di kantor akan lebih busy dari minggu-minggu lainnya... Tepatnya taggal 6 April 2010, seharusnya FRM Reportnya harus sudah dikirim kemarin, tetapi karena ada libur hari Jumat 'wafatnya Isa Almasih' jadwal mundur satu hari...
"Sudah terima dari Ingan, Kap?"
Siapa lagi yang punya pertanyaan jitu seperti ini kalau bukan dari Ibu kita Kartini, Maknyak, Bu Sep ntah apalagi sebutan yang dialamatkan ke atasanku yang sangat sabar ini. Dalam otakku langsung muncul pasangan dari pertanyaan ini... "Sudah selesai? Kapan kita bisa review?" hmm...
"Belum terima Bu, nanti sore katanya baru akan dikirim"
Jawaban itu keluar dari mulutku tanpa beban yang berarti, wong belum selesai kok, mau diapain?
Kemudian beliau melangkah ke dispenser dekat meja kerjaku, ngisi air minum dalam gelas minumnya dan balik lagi ke mejanya sendiri.
Aku masih berpencak silat dengan MS. Excel 2007 lengkapin embel-embel ini dan itu. Lama kelamaan ternyata asyik juga pakai versi 2007 nih, masih ingat awal gunakannya terkesan MS. Excel yang sengaja didesign untuk anak SD atau malah TK, soalnya toolbarnya besar-besar terkesan seperti komik, tetapi tetap lebih elegan dibanding pendahulunya.
...
Aktivitas yang tidak jauh berbeda dari sebelum-sebelumnya, sampai jarum pendek jam dinding kantor menunjuk antara angka 4 dan 5, sedangkan jarum panjangnya tepat menunjuk angka 7. Tidak terlalu memperhatikan jarum panjang yang lebih tipis, dia bergerak menunjuk angka-angka yang berbeda begitu cepat. Serasa ada yang melangkah mendekati dari belakang kursi kerjaku, sangat familiar dan tidak asing (apa bedanya ya?). Aku menoleh ke belakang, yups betul, tebakanku tidak meleset, anak panah tepat di tengah sasaran. Kali ini wajah beliau senyum - senyum santai. Agak lega sedikit karena sepertinya bukan menanyakan pertanyaan andalan yang biasanya jawabannya susah aku improvisasi lagi.
"Kap, kamu tidak mau coba?"
Aku langsung senyum lebar, ini melanjutkan pembicaraan kami beberapa hari yang lalu ketika beliau sign surat pernyataanku. Dadaku sedikit gemetar, adrenalinku keluar sikit (gak usah banyak - banyak, sayang)
"Hmm, Ibu kasih saya tanggung jawab lebih saja dan saya akan kerjakan semaksimal saya Bu"
Tidak dengan intonasi yang terlalu tegas, karena ditemani dengan senyuman. Aku lihat beliau lebih serius untuk memberikan pertanyaan selanjutnya.
"Itu artinya, kamu akan keluar juga nantinya"
Nadanya lebih tegas dengan gaya bahasa tubuhnya yang khas.
"Saya mulai boring Bu dengan kerjaan seperti ini terus, saya mau mencoba BUMN dan tahun ini tahun terakhir saya..."
Saya tau, seharusnya kalimat ini pantang untuk disebutin, ini kalimat berbahaya. Tetapi karena berhubung itu kenyataan sebenarnya, saya tidak mau ada yang ditutup-tutupi.
"Sebenarnya dia ada mengajukan kandidat, tetapi kualifikasinya sama saja dengan kamu, kenapa harus orang lain?"
Susah mengartikan ekspresi wajah beliau saat itu...
"Saya akan handle apa Bu?"
Otak saya blank, antara ragu, khawatir, pengen mengejar yang lain, semuanya bercampur jadi satu dalam waktu yang singkat dan bersamaan.
....
Butuh beberapa menit untuk bisa fokus lagi melanjutkan Excelku yang sempat aku abaikan selama percakapan tadi...
Terakhir yang ada muncul dalam otakku hanya kepasrahan kepada-Nya. Tuhan, Kamu biarkan saya sampai detik ini karena Kamu punya rencana...